Melalui Syawalan Fest 2026, Kemenag Pacitan Apresiasi Festival Rebana Klasik sebagai Wadah Syiar dan Pengembangan Bakat Siswa SD/MI
Penulis : Amri Syaifudin
4/9/20262 min read


Pacitan, 11 April 2026 â Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pacitan, Wisnu Bowo, S.Pd., M.M., hadir mewakili Plt. Kepala Kankemenag Kabupaten Pacitan dalam kegiatan Pembukaan Festival Rebana Klasik antar SD/MI se-Kabupaten Pacitan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh IPNU-IPPNU Kabupaten Pacitan dalam rangka memeriahkan Syawalan Fest 2026 sekaligus menyambut Bulan Halal Bihalal dan peringatan Harlah GP Ansor ke-92 yang jatuh pada 24 April 2026. Acara berlangsung di Lapangan Peta Kodim 0801, Kelurahan Sidoharjo, Kabupaten Pacitan.
Syawalan Fest 2026 sendiri merupakan rangkaian kegiatan yang berlangsung selama 10 hari, mulai tanggal 10 hingga 19 April 2026. Berbagai agenda diselenggarakan untuk memeriahkan kegiatan tersebut, di antaranya pembukaan dan pagelaran seni, festival rebana klasik tingkat SD/MI, panggung budaya kesenian klasik, lomba rebana putri, hingga puncaknya Halal Bihalal Kubro bersama tokoh agama. Rangkaian kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus pelestarian seni budaya Islami di Kabupaten Pacitan.
Dalam sambutannya, Wisnu Bowo menyampaikan dukungan dan apresiasi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pacitan kepada seluruh panitia penyelenggara. Ia menilai kegiatan ini menjadi wadah yang sangat positif dalam mengembangkan bakat dan potensi peserta didik jenjang SD/MI, khususnya di bidang seni musik bernuansa Islami melalui festival rebana klasik.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa rebana klasik bukan sekadar alat musik, melainkan bagian dari warisan budaya yang sarat nilai religius. Seni ini memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan dakwah dan syiar Islam, sekaligus mempererat tali silaturahmi. Di tengah arus modernisasi, pelestarian rebana klasik menjadi langkah strategis dalam menjaga jati diri budaya sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda.
Menurutnya, melalui lantunan sholawat yang diiringi rebana, dapat ditanamkan rasa cinta (mahabbah) kepada Nabi Muhammad SAW sebagai wujud kecintaan kepada Allah SWT. Hal tersebut diwujudkan dengan meneladani sunnah Rasul, membela syariat, serta menghidupkan kecintaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Kepada seluruh peserta lomba, Wisnu Bowo berpesan agar mengikuti kompetisi dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menampilkan kemampuan terbaik. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan utama dari festival ini bukan semata-mata untuk meraih juara, melainkan sebagai sarana syiar Islam, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menggali dan melestarikan potensi seni budaya Islami.
Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh hadirin untuk memohon ridha Allah SWT agar kegiatan Festival Rebana Klasik dapat berjalan dengan lancar dan membawa keberkahan bagi semua pihak. Acara pembukaan pun ditandai dengan pembacaan Surah Al-Fatihah bersama.
